Ayo Menjelajah Bersama!

Artikel 1.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa air minum dalam kemasan (AMDK) menjadi salah satu kontributor utama terhadap pencemaran lingkungan di Indonesia, dengan volume produksi mencapai sekitar 21 miliar liter per tahun. Sebagian besar, yakni 96,4% galon AMDK, terbuat dari bahan polikarbonat (PC) yang diketahui mengandung mikroplastik dalam jumlah lebih tinggi dibandingkan dengan kemasan plastik berbahan polyethylene terephthalate (PET). Kandungan mikroplastik tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan efek karsinogenik bagi tubuh manusia.

  Di masyarakat, muncul perdebatan terkait penggunaan galon sekali pakai dan galon isi ulang. Sebagian pihak menilai bahwa galon sekali pakai lebih higienis, karena dianggap mampu mengurangi potensi peluruhan mikroplastik ke dalam air mineral dibandingkan galon isi ulang. Namun demikian, penggunaan dispenser tidak memengaruhi air panas yang dihasilkan, sebab galon dan elemen pemanas pada dispenser terletak pada ruang yang berbeda, sehingga galon tidak ikut terpapar panas.

  Selain itu, air dalam galon AMDK sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama, karena paparan panas dapat menyebabkan kenaikan suhu air dan bahkan perubahan rasa. Ketika air panas dimasukkan ke dalam botol plastik, maka botol akan terasa panas. Jika air panas tersebut kemudian dibiarkan di gelas terbuka, suhunya perlahan akan menurun. Sebaliknya, apabila air panas disimpan dalam termos, panasnya dapat bertahan lebih lama karena termos berfungsi menghambat perpindahan panas ke lingkungan.

Klik di sini untuk melihat visualisasi AR dari ketiga jenis sistem ini!

Kondisi air panas Kondisi wadah (Terbuka/tertutup/ terisolasi) Kondisi air panas Kondisi lingkungan
Air panas di dalam botol      
Air panas di dalam gelas      
Air panas di dalam termos      

Artikel 2.

  Kulon Progo merupakan salah satu daerah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dikenal memiliki beragam potensi wisata alam, seperti Pantai Glagah, Air Terjun Kedung Pedut, Bukit Menoreh, dan Kebun Teh Nglinggo. Namun, di balik keindahan alam tersebut, wilayah ini juga menghadapi berbagai permasalahan pencemaran lingkungan. Salah satu penyebabnya adalah aktivitas penambangan emas yang menggunakan teknik amalgamasi dengan merkuri (Hg). Dalam proses ini, merkuri dicampurkan dengan batuan yang mengandung logam emas untuk memisahkan emas dari mineral pengotornya. Tahap pemisahan emas murni dilakukan dengan cara pembakaran, yang menghasilkan uap merkuri beracun. Ketika merkuri oksida (HgO) dipanaskan, senyawa ini akan terurai menjadi merkuri cair (Hg) dan gas oksigen (O₂), sebagaimana ditunjukkan pada reaksi kimia berikut:

  Limbah yang dihasilkan dari proses amalgamasi masih mengandung merkuri (Hg), dan apabila dibuang ke lingkungan, dapat mencemari tanah di sekitarnya. Akibatnya, lahan bekas penambangan emas menjadi tidak subur serta tidak mendukung kehidupan dan aktivitas mikroorganisme tanah. Untuk mengurangi tingkat toksisitas logam berat yang tersisa di tanah, diperlukan upaya bioremediasi. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kondisi lahan bekas tambang adalah dengan menggunakan media pembawa (carrier) NaCl. Larutan garam fisiologis berperan penting dalam menjaga ketahanan dan keseimbangan hidup mikroba isolat yang digunakan dalam proses remediasi. Reaksi kimia yang menggambarkan pembentukan larutan garam dapat ditunjukkan melalui persamaan berikut.

  Larutan natrium klorida (NaCl) merupakan larutan garam fisiologis apabila dibuat dengan konsentrasi sekitar 0,9%. Larutan ini bersifat isotonik terhadap cairan sel makhluk hidup, sehingga dapat menjaga keseimbangan tekanan osmotik dan stabilitas lingkungan mikroorganisme. Dalam konteks bioremediasi, larutan garam fisiologis berfungsi sebagai media pendukung kehidupan mikroba agar tetap aktif dalam proses detoksifikasi logam berat di tanah, sambil membantu mempertahankan pH dan kelembapan lingkungan yang sesuai bagi aktivitas biologis mikroorganisme tersebut.

Klik di sini untuk melihat bagaimana interaksi molekul air dengan ion-ion NaCl!