Ayo Buktikan Kemampuanmu!
Di kawasan pesisir Kota Pasuruan, tepatnya pada Desa Ngemplakrejo terdapat pelabuhan bernama Tanjung Tembikar yang menjadi pusat aktivitas warga dengan mata pencaharian nelayan. Hasil tangkapan nelayan yang melimpah menimbulkan potensi yang sangat menguntungkan dengan mengolahnya menjadi ikan asin. Ikan hasil tangkapan yang diolah apat meningkatkan nilai jual ikan dan mencegah ikan mudah rusak atau busuk, sehingga dapat memperpanjang masa simpan ikan.
Ikan dalam kondisi segar memiliki nilai jual berkisar 25.000-30.000 per kilogram, sedangkan jika diolah menjadi ikan asin memiliki nilai jual berkisar 30.000-60.000 per kilogram bergantung pada jenis ikannya. Protein yang terkandung per 100 gram ikan asin sekitar 42 gram, tergolong kandungan protein yang cukup sedang. Pengawetan ikan dengan proses penggaraman ke dalam larutan pekat merupakan metode pengawetan tradisional. Garam di dalam air akan terurai menjadi ion-ionnya dengan reaksi disosiasi garam sebagai berikut:
Ion-ion yang terlarut tersebut yang akan meningkatkan konsentrasi larutan yang mengakibatkan air di dalam sel-sel ikan keluar melalui proses osmosis. Semakin tinggi konsentrasi garam, maka semakin kuat air keluar dari sel-sel ikan. Tekanan osmotik tinggi juga dapat menarik air di dalam sel-sel ikan dan menarik cairan sel mikroorganisme yang mengakibatkan terjadinya kematian sel mikroba. Selain itu, kadar garam yang tinggi juga dapat menyebakan terjadinya denaturasi protein dan koagulasi, sehingga menimbulkan pengerutan pada ikan akibat dari terjadinya perubahan kadar air di dalam otot ikan secara ekstrim.
Kandungan garam yang tinggi pada ikan asin yang dikonsumsi secara berlebih dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. World Health Organization (WHO) merekomendasikan konsumsi garam harian kurang dari 2000 mg natrium per hari atau setara kurang dari 5 gram. Data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa 34,1% orang dewasa terkena penyakit hipertensi, meningkat dibandingkan pada tahun 2013 dari 25,8%. Kenaikan jumlah orang dewasa yang terkena penyakit hipertensi ini salah satu faktornya disebabkan oleh tingginya konsumsi garam. Hanya sebagian orang yang memiliki riwayat hipertensi sensitif terhadap garam, namun dengan adanya pembatasan konsumsi garam harian dapat menurunkan tekanan darah dikarenakan konsumsi garam memiliki efek langsung terdahap tekanan darah.
Jika seseorang mengonsumsi garam 5-15 gram perhari maka prevalensi terjadinya penyakit hipertensi meningkat 15-20%. Jantung akan memompa keras untuk mendorong volume darah melewati diameter arteri yang mengecil akibat kadar natrium di tubuh berlebih, sehingga tekanan darah akan naik dan terjadi hipertensi. Penelitian oleh Nastiti dan Widianti (2024) ditemukan bahwa sebanyak 123 responden dari 148 responden mengalami hipertensi disebabkan mengonsumsi ikan asin. Responden yang mengonsumsi ikan asin tidak ditemukan memiliki darah normal. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa seseorang yang mengonsumsi ikan asin akan berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah yang disebabkan oleh proses pengawetan dan pemberian garam yang tinggi pada saat produksi ikan asin. Oleh karena itu, masyarakat perlu bijak dalam mengonsumsi ikan asin dalam kehidupan sehari-hari.
(keslan.kemenkes.go.id, 2022; who.itn, 2025; Octarini, deasy Lia, dkk, 2023; Maliki, Khaira, 2025)
Diskusikan bersama anggota kelompok untuk melatih keterampilan argumentasi berikut!
Soal
Apakah Anda setuju dengan orang yang mengonsumsi ikan asin dapat berisiko terkena hipertensi? Jelaskan mengapa Anda setuju atau tidak setuju dengan pernyataan tersebut! Berikan argumentasi terbaikmu!
Untuk berlatih membuat argumen, berdasarkan Sampson yang terdiri dari claim, evidence, dan justification.
Petunjuk:
