Ayo Mulai Belajar!

Perhatikan video 360 pengolahan sampah di TPA Supit Urang berikut ini!

  Secara umum, sampah dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, sedangkan sampah anorganik berasal dari hasil olahan bahan tambang atau produk sintetik. Di Indonesia, jumlah sampah organik yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan sampah anorganik. Sampah organik yang menumpuk cenderung lebih mudah terbakar ketika terkena panas. Salah satu cara pengelolaan yang dapat dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah organik adalah dengan mengolahnya menjadi kompos atau biogas. Proses pengomposan secara aerobik memerlukan ketersediaan oksigen, porositas yang baik, serta kadar air yang cukup untuk menjaga kestabilan bahan limbah. Selama proses ini, suhu akan meningkat karena adanya aktivitas pembusukan bahan organik yang secara tidak langsung menghasilkan panas.


Mengapa pembusukan sampah organik dapat menghasilkan panas?