Ayo Menjelajah Bersama!
Kegiatan praktikum dilakukan dengan tujuan untuk mengumpulkan data. Laksanakan percobaan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan, kemudian catat hasil pengamatan yang diperoleh. Karena data yang dikumpulkan bersifat kuantitatif, diperlukan ketelitian yang tinggi dalam melakukan setiap pengukuran.
Alat:
1. Kalorimeter
2. Erlenmeyer 2 buah
3. Termometer 2 buah
4. Timbangan
5. Pembakar spiritus
6. Kasa asbes
Bahan:
1. Air
2. Laputan asam klorida HCl (aq) 2 M
3. Larutan natrium hidroksida, NaOH (aq) 2,05 M
Prosedur Percobaan
A. Penentuan Tetapan Kalorimeter
- Ambil 2 buah termometer yang sama, kemudian bandingkan kedua termometer tersebut dengan cara mencelupkannya secara bersamaan ke dalam air bersuhu kamar selama satu menit. Bacalah skala hasil pengukurannya dengan ketelitian 0,1℃. Pastikan kedua termometer menunjukkan skala suhu yang sama. Gunakan salah satu termometer tersebut untuk pengukuran air dalam kalorimeter.
- Tuangkan 50 mL air ke dalam Erlenmeyer, kemudian panaskan hingga suhunya mencapai 15–20℃ di atas suhu kamar. Setelah itu, matikan sumber panas.
- Sambil menunggu tahap pemanasan, timbanglah kalorimeter dalam keadaan kering dan bersih.
- Masukkan 50 mL air dingin ke dalam kalorimeter, lalu timbang kembali untuk mengetahui massa totalnya.
- Tutup kalorimeter, kemudian pasang pengaduk dan termometer.
- Ukur suhu air dingin dalam kalorimeter dan suhu air panas di luar pemanas secara bersamaan setiap satu menit selama 5 menit.
- Pada menit ke-6, tuangkan air panas ke dalam kalorimeter yang berisi air dingin dengan cepat, kemudian segera tutup kalorimeter dan aduk larutannya.
- Ukur suhu campuran pada menit ke-7, 8, 9, 10, dan 11 sambil terus mengaduk.
- Timbang kembali kalorimeter beserta isinya untuk menentukan massa air panas yang telah ditambahkan.
- Buat grafik hubungan antara suhu dan waktu, dengan suhu sebagai ordinat dan waktu sebagai absis, mencakup data air dingin, air panas, dan campurannya dalam satu diagram.
- Lakukan ekstrapolasi ketiga grafik tersebut hingga waktu pencampuran (menit ke-7).
- Hitung perubahan suhu yang terjadi pada air dingin dan air panas.
- Tentukan jumlah kalor yang dilepaskan oleh air panas serta kalor yang diserap oleh air dingin.
- Hitung besar kalor yang diserap oleh kalorimeter, yaitu selisih antara kalor yang dilepaskan air panas dan kalor yang diterima air dingin.
- Terakhir, hitung nilai tetapan kalorimeter berdasarkan hasil perhitungan sebelumnya
B. Penentuan Kalor Netralisasi Larutan HCl (aq) dan Larutan NaOH (aq)
- Dinginkan kedua Erlenmeyer yang telah digunakan.
- Masukkan 20 mL laurtan HCl 2M ke dalam kalorimeter dan 20 mL larutan NaOH 2,05 M dalam Erlenmeyer.
- Ukur suhu larutan HCl 2 M tiap menit selama 5 menit.
- Pada menit ke-6 masukkan larutan NaOH ke dalam larutan HCl dengan cepat, kemudian ukur suhunya tiap menit selama 5 menit.
- Ekstrapolasikan ketiga grafik tersebut pada menit ke-6.
- Hitunglah kalor netralisasi per mol air yang dihasilkan jika kerapatan larutan 1,03 g/mL dan kalor jenisnya Adalah 3,96 J/g.K.
Buatlah diagram alir prosedur dari Langkah-langkah percobaan tersebut!
Kesimpulan:
C. Data Pengamatam
Tuliskan data hasil pengamatan yang Anda peroleh dalam table data pengamatan berikut ini.
A. Penentuan Tetapan Kalorimeter
| Menit ke- | Suhu air dingin | Suhu air panas |
|---|---|---|
A. Penentuan tetapan calorimeter
| Menit ke- | Suhu larutan HCl | Suhu campuran larutan HCl dan NaOH |
